Apa yang pertama kali saya pikirkan saat mendengar kata "putih" adalah halaman buku. Meskipun halaman buku tidak selalu putih, seperti buku bajakan yang menggunakan kertas koran. Pun tak mutlak putih seperti halaman kosong pada Microsoft Word milik penulis malas.
Namun, tetap saja halaman buku adalah hal pertama yang saya pikirkan, sebelum benda-benda lain bermunculan. Semaca kapur tulis, nasi, tahu, atau pun bintil jerawat. Bahkan penyakit-penyakit kulit lain semacam panu atau yang berhubungan dengan daerah kewanitaan.
Kali ini saya mendapatkan imaji baru soal "putih". Sesuatu yang mungkin akan menempati otak saya selama beberapa bulan ke depan, atau segera hilang bersamaan dengan buku-buku yang akan saya baca kemudian. Layaknya ide yang tiba-tiba muncul dalam kepala. Suatu waktu ia seperti lintah yang tak mau lepas sampai ia kenyang mengisap darah kita, dan pada suatu yang lain ia mirip angin yang mengembus. Datang hanya untuk menyapa, kemudian lenyap tanpa bisa ditangkap.
Imaji baru yang "putih" tersebut adalah perilisan PV a.k.a musik video dari grup idola Nogizaka46 berjudul "Synchronicity (シンクロニシティ)" pada akun Youtube resmi mereka. PV ini bernuansa putih (meskipun pada kenyataannya saya belum sempat melihat video tersebut dan hanya melihat beberapa skrinsut-nya di beranda Facebook), dengan gaun putih dan kulit-kulit si pemakai yang hampir sepenuhnya putih.
Akan tetapi, bukan hal tersebut yang membuat imaji baru itu tercipta. Ada unsur lain yang kemungkinan besar hasil kongkalikong orang di balik layar. Pertama adalah tanggal dan bulan perilisan video tersebut.
Dirilis pada 4月6日 (Bulan ke-4 tanggal ke-6: 6 April). Angka 4 dalam bahasa Jepang memiliki pelafalan "Shi", sementara angka 6 memiliki pelafalan "Roku". Jika digambungkan menjadi "Shiroku". Namun, jika mengikuti kebiasaan orang Jepang yang suka menghilangkan bunyi "u" di belakang, akan menjadi "Shirok". Dalam bahasa Jepang sendiri tidak ada kata ini, yang ada hanya Shiro (白), putih.
Kesesuaian tersebut belum berakhir. Center atau bisa juga disebut sebagai ujung tombak dari single berjudul "Synchronicity" ini adalah member yang bernama Shiraishi Mai (白石麻衣) di mana nama tersebut memuat kanji putih (白) di dalamnya.
Jelas hal tersebut bukan kebetulan semata. Jika pun benar kebetulan, apakah bisa sepresisi itu?
Akan selalu ada pertanyaan, dan akan selalu ada jawaban dengan landasan-landasan yang tampak bisa dipercaya. Hingga kemudian saya merasa hal tersebut seperti puisi saja. Terlalu bias untuk dirangkum dalam perspektif tunggal. Dan terlalu multimakna untuk dideskripsikan. Yang tahu hanya si empunya sendiri.
Saat mereka bungkam di balik layar sana, kita hanya bisa bertanya-tanya, dan menerka-nerka dengan jawaban yang kita punya. Namun setidaknya, kita bahagia saat melakukannya. Jika sedih, mungkin kau mengidolakan Ikoma, atau baru saja putus cinta.
Komentar
Posting Komentar