Langsung ke konten utama

Uang Bukanlah Kanvas untuk Tinta

Hari ini saya menemukan lembaran uang yang cukup menarik. Di salah satu sisi uang bernominal dua ribu yang tanpa sengaja terpegang oleh tangan saya, ada kata-kata yang tertulis. Entah itu puisi atau prosa tentang kerinduan. Saya tidak bisa mengklasifikasikannya.


Selain kata-kata, di tepi paling atas tertulis angka 280318. Mungkin itu adalah titimangsa dari tulisan tersebut. Sebuah penanda kapan tinta hitam yang digunakan penulis menggores kertas berharga ini: tanggal 28 Maret 2018. Itu sekitar sebelas hari yang lalu. Dengan waktu yang cukup singkat tersebut, mungkin si penulis adalah tetangga saya. Seseorang yang sekampung dengan saya. Atau mungkin, ia adalah anggota keluarga saya sendiri. 


Saya jadi bertanya-tanya, siapakah yang menulis kata-kata di lembaran tersebut yang berbunyi:


"Kamu pernah datang sebagai penyembuh. Aku percaya, kamu tak akan pergi sebagai pembunuh, tetaplah berjuang! Semoga waktu2 rindu membawamu pulang."


Dilihat dari gaya tulisan dan kondisinya si "aku", kemungkinan besar yang menulis adalah seorang perempuan. Mungkin saja si penulis punya seorang kekasih, tapi sekarang orang yang ia cintai tersebut sedang berjuang di tempat yang jauh. Semisal bekerja di kota, luar pulau, atau bahkan menjadi buruh di luar negeri sana. Meninggalkan si penulis dengan rasa rindu yang semakin menyesak.


Karena rindu yang berbahaya ini, di mana penulis Eka Kurniawan pernah mengabadikannya dalam sebuah judul novel "Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas", membuat si penulis kehilangan logika hingga berani menulis perasaannya dalam kertas bernama uang. 


Ia tak peduli dengan Undang-undang No. 7 tahun 2011 pasal 35. Ia tak peduli dengan hukuman penjara 5 tahun dan denda 1 miliar. Yang ia pedulikan hanya mengeluarkan rasa rindunya dalam sebentuk kata-kata, sayangnya ia salah memilih tempat. Orang-orang lebih tertarik pada angka besar yang tertera pada kertas tersebut, bukan kata-kata yang tercetak di sana. Mereka bahkan tak peduli lagi nama siapa yang tertera di dalam kertas tersebut.

Komentar